<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Timun Ijo Gakuzen</title>
	<atom:link href="http://timunijo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timunijo.wordpress.com</link>
	<description>Dont Believe Me &#34;Utut Tsukatani&#34;</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jul 2011 08:15:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='timunijo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Timun Ijo Gakuzen</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://timunijo.wordpress.com/osd.xml" title="Timun Ijo Gakuzen" />
	<atom:link rel='hub' href='http://timunijo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Contoh PTK Guru</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/20/contoh-ptk-guru/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/20/contoh-ptk-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 09:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Mengenai Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh PTK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[sertifikasi mengharuskan para guru membuat penelitian tindakan kelas (PTK). di sini saya hanya membantu memberikan contoh-contoh PTK yang ada. silahkan download. 1. Situs Pertama 2. Situs kedua<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1068&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sertifikasi mengharuskan para guru membuat penelitian tindakan kelas (PTK). di sini saya hanya membantu memberikan contoh-contoh PTK yang ada.</p>
<p>silahkan download.<br />
<a href="http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/message/9604">1. Situs Pertama</a><br />
<a href="http://www.duniapembelajaran.com/2011/02/download-contoh-penelitian-tindakan.html">2. Situs kedua</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1068/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1068&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/20/contoh-ptk-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film sebagai Sumber Belajar</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/19/film-sebagai-sumber-belajar/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/19/film-sebagai-sumber-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 05:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metodologi]]></category>
		<category><![CDATA[film sebagai sumber belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1063</guid>
		<description><![CDATA[Iskandar Sulaeman SMP Islam Rengasdengklok, Karawang Di saat keterbatasan vocabulary menjadi kendala dalam mencapai lifeskills yang dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris (speaking, reading, listening, dan writing), saya mencoba sebuah metode cooperative learning. Proses pembelajaran itu didesain dengan langkah-langkah sebagai berikut: Kegiatan Guru Menayangkan Film berjudul Teja&#8217;s White Clothes; Mempersilahkan siswa untuk menuliskan benda-benda (noun) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1063&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iskandar Sulaeman<br />
SMP Islam Rengasdengklok, Karawang</p>
<p>Di saat keterbatasan vocabulary menjadi kendala dalam mencapai lifeskills yang dikembangkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris (speaking, reading, listening, dan writing), saya mencoba sebuah metode cooperative learning. Proses pembelajaran itu didesain dengan langkah-langkah sebagai berikut:<br />
<img alt="" src="http://inovasipendidikan.net/mitra155-2.jpg" class="alignnone" width="400" height="197" /><img alt="" src="http://inovasipendidikan.net/mitra155-3.jpg" class="alignnone" width="400" height="235" /><br />
<span id="more-1063"></span><br />
<strong>Kegiatan Guru</strong></p>
<li>Menayangkan Film berjudul Teja&#8217;s White Clothes;</li>
<li>Mempersilahkan siswa untuk menuliskan benda-benda (noun) dan apa yang dilakukan (verb) yang ada dalam tayangan sebanyak-banyaknya (dalam satu lembar kertas);</li>
<li>Mempersilahkan siswa untuk memilih 5 kata yang dianggap asing dan menuliskannya pada sebuah kartu;</li>
<li>Mempersilahkan siswa menukarkan kartunya dengan teman sekelompok sambil menanyakan arti kata tersebut (apabila tidak mengetahuinya);</li>
<li>Mempersilahkan siswa untuk menyeleksi 5 kata menjadi satu kata yang dianggap paling asing dan menuliskannya di balik kartu tersebut;
</li>
<li>Mempersilahkan siswa untuk menunjukkan kartu yang tertulis satu buah kata (vocabulary) yang dipilih kepada teman sekelompok juga dipresentasikan ke kelompok lain;
</li>
<li>Mempersilahkan siswa dalam kelompok untuk mendiskusikan cerita dalam tayangan dan kemudian menuliskannya dalam selembar kertas (descriptive text);
</li>
<li>Mempersilahkan siswa menukarkan hasil karyanya kepada kelompok lain dan dianjurkan memberikan penilaian;
</li>
<li>Mempersilahkan siswa untuk mengamati kartu vocabulary dan cerita descriptive text dan memberikan lembar refleksi pembelajaran;
</li>
<li>Menganjurkan kepada siswa mempelajari kosakata baru ketika siswa melihat tayangan film/acara televisi di rumah masing-masing.</li>
<p><strong>Kegiatan Siswa</strong></p>
<li>Menonton dan menyimak film yang ditayangkan;</li>
<li>Menuliskan kosakata tentang benda-benda (noun) dan apa yang dilakukan (verb) dalam tayangan sebanyak-banyaknya (dalam satu lembar kertas);
</li>
<li>Memilih 5 kata yang dianggap asing dan menuliskannya pada kartu yang tersedia;
</li>
<li>Saling mempertukarkan kartunya dengan teman sekelompok sambil menanyakan arti kata tersebut (apabila ia tidak mengetahui artinya);
</li>
<li>Memilih satu yang paling asing di antara lima kata yang ditulis dan lalu menuliskannya di balik kartu masing-masing;
</li>
<li>Mempertunjukkan kartu yang memuat satu buah kata (vocabulary) yang dipilih kepada teman sekelompok dan juga menjelaskannya ke kelompok lain;
</li>
<li>Berdiskusi dalam kelompok tentang cerita dalam tayangan dan kemudian bekerjasama menyusun sebuah descriptive text sebagai hasil karya kelompok;
</li>
<li>Mempertukarkan hasil karyanya kepada kelompok lain dan saling memberikan penilaian;
</li>
<li>Mengamati kartu vocabulary dan cerita berbentuk descriptive text dan menuliskan refleksi pembelajaran pada selembar kertas;
</li>
<li>Mencatat penjelasan tugas tentang peningkatan perbendaharaan kosakata melalui tayangan film/acara TV di rumah.</li>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1063/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1063/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1063&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/19/film-sebagai-sumber-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inovasipendidikan.net/mitra155-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://inovasipendidikan.net/mitra155-3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MODEL-MODEL PEMBELAJARAN ALTERNATIF</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/18/model-model-pembelajaran-alternatif/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/18/model-model-pembelajaran-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 07:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Mengenai Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[MODEL-MODEL PEMBELAJARAN ALTERNATIF]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1058</guid>
		<description><![CDATA[A. EXAMPLE NON EXAMPLES Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD Langkah-langkah : 1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Guru menempelkan gambar di papan atau Pengembangan Model-Model Pembelajaran ditayangkan melalui OHP 3. Guru member petunjuk dan member kesempatan pada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar 4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1058&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A.	EXAMPLE NON EXAMPLES<br />
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran<br />
2.	Guru menempelkan gambar di papan atau Pengembangan Model-Model Pembelajaran ditayangkan melalui OHP<br />
3.	Guru member petunjuk dan member kesempatan pada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar<br />
4.	Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.<br />
5.	Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya<br />
6.	Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.<br />
7.	Kesimpulan<br />
<span id="more-1058"></span><br />
B.	PICTURE AND PICTURE<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai<br />
2.	Menyajikan materi sebagai pengantar<br />
3.	Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi<br />
4.	Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis<br />
5.	Guru menanyakan alas an/dasar pemikiran urutan gambar tersebut<br />
6.	Dari ulasan/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.<br />
7.	Kesimpulan/rangkuman</p>
<p>C.	NUMBER HEADS TOGETHER<br />
(Kepala bernomor)<br />
(Spencer Kagan, 1992)<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Siswa dibagi dalam kelompok. Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor<br />
2.	Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya<br />
3.	Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya.<br />
4.	Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasik kerjasama mereka.<br />
5.	Tanggapan dari teman yang lain. Kemudian guru menunjuk nomor yang lain.<br />
6.	Kesimpulan</p>
<p>D.	COOPERATIVE SCRIPT<br />
(DANSEREAU CS, 1985)<br />
Skrip kooperatif : metode belajar dimanan siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarikan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru membagi siswa untuk berpasangan<br />
2.	Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan<br />
3.	Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.</p>
<p>E.	KEPALA BERNOMOR STRUKTUR<br />
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Siswa dibagi dalam kelompok setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor<br />
2.	Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai<br />
Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.<br />
3.	Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka.<br />
4.	Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain<br />
5.	Kesimpulan<br />
Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.<br />
Sementara pendengar :<br />
•	Menyimak/ mengkoreksi/ menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap<br />
•	Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.<br />
6.	Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.<br />
7.	Kesimpulan siswa bersama-sama dengan guru<br />
8.	Penutup</p>
<p>F.	STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)<br />
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI<br />
(SLAVIN, 1995)<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)<br />
2.	Guru menyajikan pelajaran<br />
3.	Guru memberi tugas kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya harus menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.<br />
4.	Guru member kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.<br />
5.	Member evaluasi<br />
6.	Kesimpulan</p>
<p>G.	JIGSAW (MODEL TIM AHLI)<br />
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES AND SNAPP, 1978)<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim<br />
2.	Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda<br />
3.	Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan<br />
4.	Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka<br />
5.	Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim meraka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.<br />
6.	Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi<br />
7.	Guru member evaluasi<br />
8.	Penutup</p>
<p>H.	PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)<br />
(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistic yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.<br />
2.	Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topic tugas, jadwal dll)<br />
3.	Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, mengumpulkan data, hipotesa, pemecahan masalah.<br />
4.	Guru membantu suswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.<br />
5.	Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.</p>
<p>I.	ARTIKULASI<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai<br />
2.	Guru menyajikan materi sebagaimana biasa<br />
3.	Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang<br />
4.	Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.<br />
5.	Suruhlah siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.<br />
6.	Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa<br />
7.	Kesimpulan/penutup</p>
<p>J.	MIND MAPPING<br />
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menentukan alternative jawaban.<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai<br />
2.	Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/ sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternative jawaban.<br />
3.	Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang.<br />
4.	Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternative jawaban hasil diskusi<br />
5.	Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papah dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru<br />
6.	Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru member bandingan sesuai konsep yang disediakan guru.</p>
<p>K.	MAKE – A MATCH<br />
(Mencari Pasangan)<br />
(Lorna Curran, 1994)<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru menyiapakan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topic yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban<br />
2.	Setiap siswa mendapat satu buah kartu<br />
3.	Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang<br />
4.	Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya(soal Jawaban)<br />
5.	Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin<br />
6.	Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.<br />
7.	Demikian seterusnya<br />
8.	Kesimpulan/ penutup</p>
<p>L.	THINK PAIR AND SHARE<br />
(Frank Lyman, 1985)<br />
Langkah-langkah<br />
1.	Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai<br />
2.	Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru.<br />
3.	Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing<br />
4.	Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya<br />
5.	Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa<br />
6.	Guru member kesimpulan<br />
7.	Penutup</p>
<p>M.	DEBATE<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra<br />
2.	Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas.<br />
3.	Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.<br />
4.	Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.<br />
5.	Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap<br />
6.	Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topic yang ingin dicapai.</p>
<p>N.	ROLE PLAYING<br />
Langkah-langkah :<br />
1.	Guru menyusun / menyiapkan scenario yang akan ditampilkan<br />
2.	Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario dua hari sebelum KBM<br />
3.	Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang<br />
4.	Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.<br />
5.	Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan scenario yang sudah dipersiapkan.<br />
6.	Masing-masing siswa duduk dikelompoknya masing-masing sambil memperhatikan untuk membahas<br />
7.	Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.<br />
8.	Guru memberikan kesimpulan secara umum<br />
9.	Evaluasi<br />
10.	Penutup</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1058/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1058/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1058&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/18/model-model-pembelajaran-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Model-Model Pembelajaran Alternatif bagi Pendidikan Islam (Suatu Alternatif Solusi Permasalahan Pembelajaran Agama Islam)</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/18/pengembangan-model-model-pembelajaran-alternatif-bagi-pendidikan-islam-suatu-alternatif-solusi-permasalahan-pembelajaran-agama-islam/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/18/pengembangan-model-model-pembelajaran-alternatif-bagi-pendidikan-islam-suatu-alternatif-solusi-permasalahan-pembelajaran-agama-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 04:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Mengenai Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Model-Model PembelajarPengembangan Model-Model Pembelajaranan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mengkaji pendidikan agama Islam yang dapat meningkatkan kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta belajar, tidak dapat dilepaskan dengan unsur-unsur seperti: guru, siswa, kurikulum, lingkungan, serta model pembelajaran yang dipilih oleh guru. Aspek-aspek tersebut akan sangat menentukan hasil belajar yang diharapkan baik yang berupa dampak pengajaran maupun dampak penggiringnya. Model pembelajaran merupakan suatu rencana mengajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1040&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam mengkaji pendidikan agama Islam yang dapat meningkatkan kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta belajar, tidak dapat dilepaskan dengan unsur-unsur seperti: guru, siswa, kurikulum, lingkungan, serta model pembelajaran yang dipilih oleh guru. Aspek-aspek tersebut akan sangat menentukan hasil belajar yang diharapkan baik yang berupa dampak pengajaran maupun dampak penggiringnya.<br />
<img alt="" src="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/07/modelpembelajaran.jpg?w=320&#038;h=233" class="alignnone" width="320" height="233" /><br />
<span id="more-1040"></span>Model pembelajaran merupakan suatu rencana mengajar yang memperhatikan pola pembelajaran tertentu. Model-model pembelajaran berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan peserta didik. Guru yang profesional dituntut mampu pengembangkan model perbelajaran, baik teoritik maupun praktek, yang meliputi aspek-aspek, konsep, prinsip, dan teknik. Memilih model yang tepat merupakan persyaratan untuk membantu siswa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Model pembelajaran berpengaruh secara langsung terhadap keberhasilan belajar siswa. Jika tenaga pengajar menggunakan model pembelajaran sebagai suatu strategi mengajar dalam pembelajaran, hendaknya memperhatikan lima aspek kunci dari pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) kejelasan, (2) variasi, (3) orientasi tugas, (4) keterlibatan siswa dalam belajar, dan (5) pencapaian kesuksesan yang tinggi.</p>
<p><strong>A. Pendahuluan</strong><br />
Era globalisasi mambawa dampak yang signifikan terhadap perubahan-perubahan tata nilai kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk perubahan tata nilai tersebut seperti diungkapkan Naisbitt dan Aburdene dalam Megatrends 2000 adalah “lemahnya keyakinan keagamaan, sikap individualistis, materialistis dan hedonistis” (Rahmat, 1991: 71). Keadaaan ini berlawanan dengan ajaran Islam sekaligus tidak mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.</p>
<p>Kondisi objektif terlihat pada berbagai data hasil penelitian, seperti yang kemukakan oleh (Muhaimin 2002, Nurdin, 2002, Salamah, 2004) terungkap bahwa proses belajar mengajar PAI khususnya sekolah-sekolah menengah (SMA) belum dilaksanakan secara optimal, sehingga perannya sebagai mata pelajaran yang berorientasi pada pembentukan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta akhlak mulia belum dapat dicapai secara efektif. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya peranan dan efektifitas pendidikan agama Islam dalam membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia adalah:</p>
<p>1. Pendidikan agama Islam selama ini dilaksanakan menggunakan pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.<br />
2. Materi pembelajaran PAI yang lebih banyak bersifat teori, terpisah-pisah, terisolasi atau kurang terkait dengan mata pelajaran lain dan bahkan antar sub mata pelajaran PAI itu sendiri, yakni antara unsur Alquran, Keimanan, Akhlak, Fiqih dan Sejarah Islam (Tarikh) yang disajikan sendiri-sendiri.<br />
3. Model pembelajarannya bersifat konvensional yakni lebih menekankan pada pengayaan pengetahuan (kognitif pada tingkat yang rendah) dari pada pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psiko-motorik). Sehingga pendidikan agama Islam yang bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki pengetahuan tentang ajaran agama Islam serta mampu mengaplikasikan dalam bentuk akhlak mulia belum dapat digapai. (Salamah: Hasil Penelitian Tesis 2004).</p>
<p>Upaya untuk mengkaji kembali pelaksanaan pembelajaran PAI di lembaga pendidikan formal terutama, semakin mendesak apabila dikaitkan dengan kenyataan di lapangan yakni seperti; (1) adanya berbagai krisis kepercayaan, yang ditandai munculnya ketegangan, konflik di beberapa daerah. (2) Krisis akhlak yang tandai dengan semakin banyaknya kejahatan, baik berupa tindak kekerasan seperti; tawuran, penyalahgunaan narkona dan lain-lain yang selalu meningkat setiap tahunnya. (Isnia, U. Output Pendidikan Mengancam Masa Depan (Republika, Online 24 Juli 2002, tersedia: http://www.republika.co.id/cetak/html 2000).</p>
<p>Melalui pendidikan agama Islam yang diselenggarakan di sekolah dengan baik, diharapkan para siswa akan dapat menghindari sifat-sifat tercela tersebut. Peran pendidikan agama Islam diharapkan dapat mengatasi dampak negatif tersebut dengan menggunakan berbagai model dan strategi yang dapat menjawab tantangan tersebut. Dalam mengkaji pendidikan agama Islam yang dapat meningkatkan kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta belajar tidak dapat dilepaskan dengan unsur-unsur seperti: guru, siswa, kurikulum, lingkungan, serta model pembelajaran yang dipilih oleh guru. Aspek-aspek tersebut akan sangat menentukan hasil belajar yang diharapkan baik yang berupa dampak pengajaran maupun dampak penggiringnya. Aspek-aspek tersebut dapat dipetakan dalam bentuk bagan berikut ini:<br />
<img alt="" src="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/07/salamah1.jpg?w=400&#038;h=203" class="alignnone" width="400" height="203" /></p>
<p>Bagan 1. Aspek-aspek yang terlibat dalam pembelajaran bidang studi PAI untuk meningkatkan kecerdesan peserta didik</p>
<p>Upaya untuk mengoptimalkan aspek-aspek yang berpengaruh dalam pembela-jaran tersebut, salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah misalnya dengan melaksanalan pembaharuan kurikulukum, yang dikenal dengan kurikulum berbasis kompetensi. Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas tahun 2002 mengungkapkan bahwa ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah: (1) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal; (2) berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman; (3) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi; (4) Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi apa saja yang memenuhi unsur edukatif; (5) Penilaian yang menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. (Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. (Penge-mbangan Kompetensi Lintas Kurikulum. [Online] Tersedia: http://www.puskur.or.id/ kurikulum.shtml 2002).</p>
<p>Kebijakan tersebut memberikan peluang dan sekaligus tantangang bagi guru-guru PAI untuk lebih memutakhirkan pembelajarannya sesuai dengan tuntutan perkembangan. Pemikiran untuk mengembangkan dan menyegarkan model-model pembelajaran PAI yang tepat merupakan hal yang sangat urgen. Tulisan sederhana ini mencoba mengajukan beberapa model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk diujicobakan dan dikembangkan terutama pada lembaga-lembaga pendidikan formal.</p>
<p><strong>B. Model-Model Pembelajaran yang dapat Meningkatkan Kecerdasan Kognitif, Afektif dan Psikomotorik</strong></p>
<p>1. Pengertian Model Pembelajaran</p>
<p>Model pembelajaran merupakan suatu rencana mengajar yang memper-hatikan pola pembelajaran tertentu, hal ini sesuai dengan pendapat Briggs (1978:23) yang menjelaskan model adalah &#8220;seperangkat prosedur dan berurutan untuk mewujudkan suatu proses&#8221; dengan demikian model pembelajaran adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk melaksanakan proses pembelajaran.</p>
<p>Sedangkan yang dimaksud dengan pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi transaksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran sehingga menunjukkan adanya perolehan, penguasaan, hasil, proses atau fungsi belajar bagi si peserta belajar.</p>
<p>2. Jenis-Jenis Model Pembelajaran</p>
<p>Joyce (2000) mengemukakan ada empat rumpun model pembelajaran yakni; (1) rumpun model interaksi sosial, yang lebih berorientasi pada kemampuan memecahkan berbagai persoalan sosial kemasyarakat. (2) Model pemorosesan informasi, yakni rumpun pembelajaran yang lebih berorientasi pada pengusaan disiiplin ilmu. (3) Model pengembangan pribadi, rumpun model ini lebih berorientasi pada pengembangan kepribadian peserta belajar. Selanjutnya model (4) behaviorism Joyce (2000:28) yakni model yang berorientasi pada perubahan prilaku. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan terhadap beberapa model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran pendidikan agama Islam, diantaranya adalah: model classroom meeting, cooperative learning, integrated learning, constructive learning, inquiry learning, dan quantum learning. Pembahasan lebih lanjut terhadap model-model tersebut, disajikan pada bagian berikut ini.</p>
<p>a. Model Classroom Meeting</p>
<p>Ahli yang menyusun model ini adalah William Glasser. Menurut Glasser dalam Moejiono (1991/1992: 155) sekolah umumnya berhasil membina prilaku ilmiah, meskipun demikian adakalanya sekolah gagal membina kehangatan hubungan antar pribadi. Kehangatan hubungan pribadi bermanfaat bagi keberhasilan belajar, agar sekolah dapat membina kehangatan hubungan antar pribadi, maka dipersyaratkan; (a) guru memiliki rasa keterlibatan yang mendalam, (b) guru dan siswa harus berani menghadapi realitas, dan berani menolak prilaku yang tidak bertanggung jawab, dan (c) siswa mau belajar cara-cara berprilaku yang lebih baik. Agar siswa dapat membina kehangatan hubungan antara pribadi, guru perlu menggunakan strategi mengajar yang khusus. Karakteristik PAI salah satunya adalah untuk menghantarkan peserta didik agar memiliki kepribadian yang hangat, tegas dan santun. Model pembelajaran ini dapat dipertimbangkan.</p>
<p>Model pertemuan tatap muka adalah pola belajar mengajar yang dirancang untuk mengembangkan (1) pemahaman diri sendiri, dan (2) rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan kelompok. Strategi mengajar model ini mendorong siswa belajar secara aktif. Kelemahan model ini terletak pada kedalaman dan keluasan pembahasan materi, karena lebih berorientasi pada proses, sedangkan PAI di samping menekankan pada proses tetapi juga menekankan pada penguasan materi, sehingga materi perlu dikaji secara mendalam agar dapat dipahami dan dihayati serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>b. Model Cooperative Learning</p>
<p>Era global bukan hanya menuntut kualitas kemampuan memecahkan masalah, tetapi juga menuntut kemampuan untuk bekerja sama. Untuk mengem-bangkan kemapuan bekerja sama dan memecahkan masalah dapat menggunakan model cooperative learning. Model ini dikembangakan salah satunya oleh Robert E. Slavin (Johnson, 1990). Model ini membagi siswa dalam kelompok-kelompok diskusi, di mana satu kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang, masing-masing kelompok bertugas menyelesaikan/memecahkan suatu permasalahan yang dipilih.</p>
<p>Beberapa karakteristik pendekatan cooperative learning, antara lain:</p>
<p>1) Individual Accountability, yaitu; bahwa setiap individu di dalam kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok, sehingga keberhasilan kelompok sangat ditentu-kan oleh tanggung jawab setiap anggota.</p>
<p>2) Social Skills, meliputi seluruh hidup sosial, kepekaan sosial dan mendidik siswa untuk menumbuhkan pengekangan diri dan pengarahan diri demi kepentingan kelompok. Keterampilan ini mengajarkan siswa untuk belajar memberi dan menerima, mengambil dan menerima tanggung jawab, menghor-mati hak orang lain dan membentuk kesadaran sosial.</p>
<p>3) Positive Interdependence, adalah sifat yang menunjukkan saling keter-gantungan satu terhadap yang lain di dalam kelompok secara positif. Keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh peran serta anggota kelompok, karena siswa berkolaborasi bukan berkompetensi.</p>
<p>4) Group Processing, proses perolehan jawaban permasalahan dikerjakan oleh kelompok secara bersama-sama.</p>
<p>Langkah-langkahnya:</p>
<p>1) Guru merancang pembelajaran, mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Guru juga menetapkan sikap dan keterampilan-keterampilan sosial yang diharapkan dapat dikembangkan dan diperlihatkan oleh siswa selama berlangsungnya pembelajaran. Guru dalam merancang materi tugas-tugas yang dikerjakan bersama-sama dalam dimensi kerja kelompok.</p>
<p>2) Dalam aplikasi pembelajaran di kelas, guru merancang lembar observasi kegiatan dalam belajar secara bersama-sama dalam kelompok kecil. Dalam menyampaikan materi, pemahaman dan pendalamannya akan dilakukan siswa ketika belajar secara bersama-sama dalam kelompok. Pemahaman dan konsepsi guru terhadap siswa secara individu sangat menentukan kebersamaan dari kelompok yang terbentuk.</p>
<p>3) Dalam melakukan observasi kegiatan siswa, guru mengarahkan dan membimbing siswa baik secara individual maupun kelompok, dalam pemahaman materi maupun mengenai sikap dan perilaku siswa selama kegiatan belajar.</p>
<p>4) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Guru juga memberikan beberapa penekanan terhadap nilai, sikap, dan perilaku sosial yang harus dikembangkan dan dilatihkan kepada para siswa.</p>
<p>c. Model Integrated Learning</p>
<p>Hakikat model pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. Pembelajaran terpadu akan terjadi apabila peristiwa-peristiwa otentik atau eksplorasi topik/tema menjadi pengendali di dalam kegiatan belajar sekaligus proses dan isi berbagai disiplin ilmu/mata pelajaran/pokok bahasan secara serempak dibahas. Konsep tersebut sesuai dengan beberapa tokoh yang mengemukakan tentang model pembelajaran terpadu seperti berikut ini:</p>
<p>Rancangan pembelajaran terpadu secara eksplisit merumuskan tujuan pembelajaran. Dampak dari tujuan pengajaran dan pengiringnya secara langsung dapat terlihat dalam rumusan tujuan tersebut. Pada dampak penggiring umumnya, akan membuahkan perubahan dalam perkembangan sikap dan kemampuan berfikir logis, kreatif, prediktif, imajinatif. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996/1997: 3)</p>
<p>Pembelajaran terpadu salah satu diantara maksudnya juga adalah memadukan pokok bahasan atau sub pokok bahasan antar bidang studi, atau yang disebut juga lintas kurikulum, atau lintas bidang studi (Maryanto, 1994:3), atau interdiciplinerary programe (Curriculum Services Branch Tasmania, 1994:2). Tyler (Oliva, 1992:517) mengemukakan “…integration as the horizontal relationship of curriculum experiences” dan manfaat keterpaduan menurut Taba (Oliva, 1992: 517) “…learning is more effective when facts and principles from one field can related to another, especially when applying this knowledge…”. Pembelajaran akan lebih efektif apabila guru dapat menghubungkan atau mengintegrasikan antara pelaksanaan pembelajaran di sekolah dengan temuan di lapangan. Oleh karena itu tugas guru menurut Oliva (1992:517) adalah “Curriculum workers should concern themselves with the problem of integrating subject matter”.</p>
<p>Ciri-ciri pembelajaran terpadu:</p>
<p>1) Holistik, suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam dalam pembelajaran terpadu dikaji dari beberapa bidang studi/pokok bahasan sekaligus untuk memahami fenomena dari segala sisi.</p>
<p>2) Bermakna, keterkaitan antara konsep-konsep lain akan menambah kebermaknaan konsep yang dipelajari dan diharapkan siswa mampu menerapkan perolehan belajarnya untuk memecahkan masalah-masalah yang nyata di dalam kehidupannya.</p>
<p>3) Aktif, pembelajaran terpadu dikembangkan melalui pendekatan diskoveri inkuiri. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, yang tidak secara langsung dapat memotivasi siswa untuk belajar.</p>
<p>Prinsip untuk menggali tema:</p>
<p>1) Tema hendaknya tidak terlalu luas, namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan banyak bidang studi/pokok bahasan.</p>
<p>2) Tema harus sesuai dengan tingkat perkembangan psikologi pembelajar</p>
<p>3) Tema dipilih juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar</p>
<p>4) Tema harus bermakna artinya yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya.</p>
<p>Evaluasi yang menggunakan tes bentuk formal dimaksudkan untuk menentukan sejauhman siswa telah menghafal suatu fakta. Pembelajaran yang efektif sebaiknya menekankan pemhaman konsep dan kemampuan di bidang kognitif, keterampilan, sosial dan afektif. Beberapa alternatif evaluasi pembelajaran terpadu antara lain:</p>
<p>1) Sebaiknya berbasis unjuk kerja sehingga selain memanfaatkan penilaian produk, penilaian terhadap proses, perlu mendapat perhatian yang lebih besar.</p>
<p>2) Setiap langkah evaluasi hendaknya siswa dilibatkan</p>
<p>3) Eavaluasi dilakukan secara terus menerus, oleh karena itu hendaknya dimanfaatkan portofolio assessment.</p>
<p>4) Penilaian pembelajaran terpadu hendaknya memandang siswa sebagai satu kesatuan yang utuh.</p>
<p>5) Evaluasi hendaknya bersifat komprehensif dan sistematis.</p>
<p>d. Model Constructivist Learning</p>
<p>Model konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan diri (self-regulation). Dan akhirnya proses belajar, pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya (Bell, 1993:24, Driver &amp; Leach, 1993:104).</p>
<p>Konflik kognitif tersebut terjadi saat interaksi antara konsepsi awal yang telah dimiliki siswa dengan fenomena baru yang dapat diintegrasikan begitu saja, sehingga diperlukan perubahan/modifikasi struktur kognitif untuk mecapai kesimbangan. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru.</p>
<p>Perolehan pengetahuan siswa diawali dengan diadopsinya hal yang baru sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Kemudian hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki sebelumnya. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsep awal siswa, maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidakseimbangan dalam struktur kognisinya. Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran, siswa dapat memodifikasi struktur kognisinya menuju kesimbangan sehingga terjadi asimilasi. Namun tidak menutup kemungkinan siswa mengalami &#8220;jalan buntu&#8221; (tidak mengerti) karena ketidak- mampuan berakomodasi. Pada kondisi ini diperlukan alternatif strategi lain.</p>
<p>Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam merancang model pembelajaran konstruktivisme adalah:<br />
1) Mengakui adanya konsep awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya.<br />
2) Menekankan pada kemampuan minds-on dan hands-on<br />
3) Mengakui bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konsep-tual<br />
4) Mengakui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif<br />
5) Mengutamakan terjadikan interaksi sosial</p>
<p>Tahapan model pembelajaran ini, meliputi:<br />
<img alt="" src="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/07/salamah2.jpg?w=400&#038;h=229" class="alignnone" width="400" height="229" /><br />
Alur Model Pembelajaran Konstruktivisme</p>
<p>Tahap pertama, siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. Bila perlu guru memancing dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan problematik tentang fenomena yang seri ditemui sehari-hari dengan mengkaitkan konsep yang akan dibahas. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan, mengilustrasikan pema-hamannya tentang konsep itu.</p>
<p>Tahap kedua, siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemu-kan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan penginter-pretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. Secara berke-lompok didiskusikan dengan kelompok lain. Secara keseluruhan, tahap ini akan memenuhi rasa keingintahuan siswa tentang fenomena alam disekelilingnya.</p>
<p>Tahap ketiga, siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil observasinya ditambah dengan penguatan guru, maka siswa membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang konsepnya.</p>
<p>Tahap keempat, guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya, baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan isu-isu di lingkungannya.</p>
<p>e. Model Inquiry Learning</p>
<p>Model inkuiri dapat dilakukan melalui tujuh langkah yaitu: (a) merumuskan masalah, (b) merumuskan hipotesis, (c) mendefinisikan istilah (konseptualisasi), (d) mengumpulkan data, (e) penyajian dan analisis data, (f) menguji hipotesis, (g) memulai inkuiri baru. James Bank (dalam Suniti, 2001: 58) Selain dari pendapat para ahli di atas mengenai langkah-langkah model inkuiri social, Joyce mengemukakan bahwa langkah-langkah penerapan inkuiri pada pokoknya adalah (a) orientasi, (b) hipotesis, (c) definisi, (d) eksplorasi, (e) pembuktian, (f) generalisasi. (Joyce, 2000: 110) </p>
<p>Pendapat Joyce mengenai langkah-langkah inkuiri sosial tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>
<p>Tahap pertama<br />
Menetapkan masalah sebagai pokok bahasan yang dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan dan dibatasi dalam ruang lingkup yang tidak luas</p>
<p>Tahap kedua<br />
Mencari beberapa hipotesis dan merumuskan hipotesis yang diajukan sebagai acuan dalam inkuiri, serta yang dapat diujikan</p>
<p>Tahap ketiga: Definisi<br />
Ekspremen, Menjelaskan dan menguraikan istilah-istilah yang ada dalam rumusan hipotesis</p>
<p>Tahap keempat Eksplorasi<br />
Menguji hipotisis dengan logika deduksi,yaitu<br />
menghubungkan hipotesis</p>
<p>Tahap ke lima: Pembuktian<br />
Membuktikan hipotesis dengan fakta-fakta</p>
<p>Tahap keenam:<br />
Generalisasi Menyatakan pemecahan yang dapat digunakan</p>
<p>f. Model Quantum Learning</p>
<p>Quantum Learning merupakan pengubahan berbagai interaksi yang ada pada momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar yang efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. (De Potter, 1999:5) Dari kutipan tersebut diperoleh pengertian bahwa pembelajaran quantum merupakan upaya pengorgani-sasian bermacam-macam interaksi yang ada di sekitar momen belajar.</p>
<p>Pembelajaran dikiaskan sebagai suatu simfoni yang terdiri dari berbagai alat musik sebagai unsurnya dan guru merupakan kunduktor sebuah simfoni. Guru berusaha mengubah semua unsur itu menjadi simfoni yang indah bagi semua orang di kelasnya.</p>
<p>Asas utama Pembelajaran Quantum adalah “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Dari asas tersebut tersirat bahwa untuk melaksanakan suatu pembelajaran diperlukan pemahaman yang cukup tentang audience kita. Dengan begitu akan memudahkan semua proses pembelajaran itu sendiri. Pemahaman itu amat penting karena setiap manusia memiliki dinamikanya sendiri. Dan siswa sebagai manusia telah dibakali dengan berbagai potensi untuk berkembang.</p>
<p>Prinsip-Prinsip pembelajaran Quantum:</p>
<p>1) Segalanya berbicara. Segala seuatu yang ada di lingkungan kelas sampai body language dapat digunakan untuk pembelajaran. Mulai dari kertas yang dibagikan kepada siswa hingga rancangan pelajaran dapat digunakan untuk mengirim pesan belajar.</p>
<p>2) Segalanya bertujuan. Semua yang terjadi di kelas atau dalam proses pengubahan, memiliki tujuan.</p>
<p>3) Pengalaman sebelum pemberian nama. Otak manusia berkembang karena adanya rangsangan yang kompleks, yang mendorong rasa ingin tahu. Pembelajaran yang baik adalah yang diawali rasa ingin tahu, dimana anak memperoleh informasi tentang sesuatu sebelum mengetahui namanya.</p>
<p>4) Akui setiap saat. Pembelajaran merupakan proses yang mengandung resiko karena mempelajari seuatu yang baru, biasanya tidak nyaman dan ketika mereka mulai langkah untuk belajar, mereka harus dihargai.</p>
<p>5) Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan (diselenggarakan). Perayaan adalah sarapan pelajar juara. Dari prinsip ini tersirat bahwa kecerian para siswa sejak awal masuk kelas dapat mendorong kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.</p>
<p>Sebagai sebuah simfoni, pembelajaran quantum memiliki banyak unsur yang menjadi faktor pengalaman belajar. Unsur itu dibagi menjadi dua kategori yaitu Konteks dan Isi.</p>
<p>Konteks merupakan latar untuk pengalaman diantaranya lingkungan yang berisi keakraban, suasana yang mencerminkan semangat guru dan murid, Landasan yaitu keseimbangan kerjasama antara alat pelajaran dan siswa, Rancangan yaitu interpretasi guru terhadap pelajaran.</p>
<p>Bagian Isi merupakan bagian yang tak kalah penting dengan bagian konteks. Pada bagian Isi ini materi pelajaran merupakan not-not lagu yang harus dimainkan. Salah satu unsur dalam bagian isi ini adalah bagaimana tiap tahap musik itu dimainkan atau bagaimana pelajaran disajikan (penyajian). Isi juga meliputi keterampilan guru sebagai sang maestro untuk memfasilitasi pembelajaran dengan memanfaatkan bakat dan potensi setiap siswa. Keajaiban pengalaman akan terbuka bila konteksnya tepat.</p>
<p>Kerangka Rancangan Pembelajaran Quantum</p>
<p>Dengan dasar prinsip-prinsip di atas maka dapatlah disusun kerangka rancangan Pembelajaran Quantum sebagai berikut:<br />
1) Tumbuhkan minat dengan selalu mengarahkan siswa terhadap pemahaman tentang apa manfaat setiap pelajaran bagi diri siswa dan Manfaatkan kehidupan siswa, atau “Apakah manfaatnya Bagiku” (AMBAK).<br />
2) Alami: Buatlah pengalaman umum yang dapat di mengerti oleh semua siswa.<br />
3) Namai: Guru harus menyediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebagai masukan.<br />
4) Demonstrasikan: Sebaiknya guru menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka sudah ketahui.<br />
5) Ulangi: Guru harus menunjukkan cara mengulangi materi dan menegas-kan ”Aku Tahu Bahwa Aku Memang Tahu”.<br />
6) Rayakan: Guru harus memberikan pengakuan terhadap setiap penyele-saian, partisipasi dan pemerolehan keterampilan dan pengetahuan siswa.</p>
<p>Landasan Psikologis Pembelajaran Quantum.</p>
<p>Pembelajaran Quantum merupakan pembelajaran yang berfokus kepada siswa (student centre). Hal ini terlihat dari prinsip utamanya dan prinsip lainnya yang berdasar kepada landasan–landasan psikologis dan sistem kerja otak seperti dijelaskan oleh Meisenzahl (2003): “Quantum learning is a teaching methodology based on 20 years of research about how the brain works”. Landasan psikologis yang melatarbelakangi pembelajaran quantum adalah sebagai berikut:</p>
<p>1) Metode Sugestiologi</p>
<p>Quantum Teaching pada dasarnya bertumpu kepada Quantum Learning yang dikembangkan dari pemikiran “suggetiology” yang dikemukakan oleh Lozanov dalam De Potter dan Hernacky (1999:14) berprinsip bahwa: “Sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apapun dapat memberikan sugesti positif atau negatif”. Metode sugestiologi yang dikenal sebagai “accelerated learning” menunjukan bahwa pengaruh guru sangat besar dan jelas terhadap keberhasilan siswa. Sugesti memiliki kekuatan yang sangat besar dan mendalam. Sugesti sering digunakan dalam periklanan dengan bahasa verbal dan tubuh. Meskipun tidak secara sadar kita mengingat sugesti, otak akan berperan sebagai sponsor yang menyerap informasi lebih cepat dari yang kita bayangkan. Berdasarkan pemikiran tersebut hampir dapat dipastikan bahwa setiap detail belajar sangat berarti, mulai dari nada suara, penggunaan musik, pengaturan kursi sampai lingkungan belajar.</p>
<p>2) Psikologi daya</p>
<p>De Potter dalam Nggermantos (2001) berpendapat “Setiap orang memiliki potensi otak yang sama besar dengan Einstain, tinggal bagaima-na kita mengolahnya”. Selanjutnya bila seseorang dapat mengenali tipe belajarnya yang sesuai maka belajar akan terasa sangat menyenangkan dan memberikan hasil yang optimal. Lebih jauh Diamon dalam De Potter (1999) mempertegas pendapat tersebut, dengan menyimpulkan bahwa “Pada umur berapapun sejak lahir sampai mati ada kemungkinan dapat meningkatkan kemampuan mental melalui rangsangan lingkungan”.</p>
<p>Berbagai penjelasan di atas dapat diketahui betapa pentingnya lingkungan belajar sebagai pemberi stimulus. Lingkungan memberikan konstribusi sangat besar terhadap hasil belajar setiap orang di setiap usia. Stimulus yang diberikan lingkungan sangat menentukan perkembangan dan kemajuan yang dicapai. Besarnya pengaruh stimulus terhadap perkembangan seseorang, didukung Pendapat Pulos yang menyatakan: “Certain types of stimulations not only change the chemistry of brain but can actually increase brain cells and brain size and dramatically boost intelligence”. Dari pendapat itu jelas bahwa semakin banyak rangsangan terhadap otak dengan aktifitas yang sesuai semakin banyak jaringan sel yang tersambung dan potensi atau kemampuan seseorang akan semakin berkembang.</p>
<p>Perkembangan dapat terjadi karena otak kita berbicara dalam 4 bahasa elektrik yang menggambarkan tingkat kesadaran, metoda mem-proses dan mempelajari informasi baru. Menurut Pulos empat jenis bahasa elektrik tersebut adalah gelombang Beta yang bergerak dengan kecepatan 13-100 Hz pada saat terjaga dan konsentrasi, gelombang Alpa 8-12 Hz dalam keadaan pasif atau tenang secara pisik, gelombang Theta 4-8 Hz pada saat mimpi yang tak diharapkan atau bayangan masa kecil, gelombang Delta 0,5 &#8211; 4 Hz dalam keadaan tidur yang merupakan dasar paling dalam kesadaran.</p>
<p>Aktifitas yang paling cepat dari gelombang otak adalah pada saat gelombang Beta bergerak ketika mata berinteraksi dengan dunia luar, dalam keadaan waspada dan berkonsentrasi. Hal tersebut sangat diperlukan demi efektifitas belajar. Perkembangan potensi manusia Menurut Zohar dalam Vella (2003) dapat terjadi karena didalam otak terdapat energy (quanta) yang dapat digunakan untuk berpikir dengan mengaktifkan semua bagian otak. “We can do quantum thinking by using a neural network of networks, the whole brain, creatively projecting, predicting, describing, envisioning, inventing”. Dengan mengaktifkan semua bagian jaringan saraf pada semua bagian otak, berpikir quantum dapat dilakukan. Aktifitas berpikir quantum seperti proyeksi kreatif, menebak, menjelaskan, membayangkan, menemukan dapat menjadi alat pemicu perkembangan kemampuan dan potensi setiap orang.</p>
<p>3) Modalitas belajar</p>
<p>Otak manusia terdiri dari tiga bagian yang merupakan modalitas untuk memproses rangsangan yang datang dari luar. Modalitas tersebut adalah visual, auditorial, kinestic yang merupakan saluran komunikasi yang membantu memahami dunia luar. Menghadirkan kegiatan yang co-cok dengan modalitas akan memperkuat penerimaan siswa. Lebih jauh menurut Pulos dengan mengaktifkan semua bagian otak melalui pende-katan Stimulation Multysensory pada proses belajar, siswa akan lebih terfokus dan berhasil dibanding dengan pendekatan Passive-Receptive pada setting kelas pada umumnya.</p>
<p>Penjelasan di atas menunjukkan betapa pentingnya mengenali per-bedaan gaya belajar siswa dan menyesuaikan pembelajaran dengan mo-dalitas siswa meskipun cukup sulit untuk melakukannya. Hal penting yang dapat dijadikan pegangan dalam menyesuaikan pembelajaran dengan per-bedaan modalitas siswa adalah bahwa setiap orang berkemampuan untuk belajar dan mereka belajar dengan cara yang berbeda (Meisenzahl, 2003)</p>
<p>4) Multi Intelegence</p>
<p>Mitos bahwa intelegensi manusia tidak berubah ternyata dibuktikan salah oleh Gardner dari Harvard setelah melakukan riset tentang kecer-dasan manusia. Ia menyatakan bahwa IQ hanyalah salah satu kecerdasan manusia karena manusia memiliki multi intelegensi sebagai potensi yang sangat besar. Potensi itu terdiri dari kecerdasan logis-matematis, kecerda-san linguistik, verbal, kecerdasan kinestik, kecerdasan emosional (inter-personal dan intrapersonal), kecerdasan naturalist, kecerdasan intuisi, kecerdasan moral, kecerdasan eksistensial, kecerdasan spiritual. Dapat dibayangkan begitu banyaknya potensi yang terkandung pada diri siswa namun betapa tidak mudahnya untuk mengenalinya, apalagi mengguna-kannya untuk mengakses keberhasilan mereka di dalam kelas. Namun dalam pendekatan quantum semua potensi itu harus digunakan seperti menurut Zohar dalam Vella (2003): “Quantum learning is that which uses all of the neural networks in the brain, putting things together in idiosyncratic and personal ways to make significant meaning”. Dalam upaya menggunakan semua potensi itu haruslah berpegang kepada prinsip seperti menurut Meisenzahl (2003) sebagai berikut:<br />
- Setiap orang berkemampuan untuk belajar.<br />
- Setiap orang belajar dengan cara yang berbeda.<br />
- Keyakinan sangat penting bagi keberhasilan seseorang.<br />
- Penghargaan dan perhatian bagi tiap individu adalah penting.<br />
- Belajar akan lebih effektif bila disajikan dalam keceriaan dan ling-kungan yang menantang.<br />
- Rasa aman dan percaya antara guru dan siswa merupakan bagian proses belajar yang penting.<br />
- Guru harus menunjukan semagat dan antusiasme untuk belajar.</p>
<p>Quantum Learning dimulai dari Super Camp, sebuah program akselerasi belajar yang memperkenalkan tiga keterampilan dasar, yakni keterampilan akademis, prestasi fisik, dan keterampilan hidup. Menurut penlitian, hasilnya demikian impresif. Setelah mengikuti kegiatan ini, motivasi belajar siswa meningkat, dan keterampilan belajar pun berkembang.</p>
<p>C. Aspek-aspek kunci dari Model Pembelajaran yang Efektif</p>
<p>Implementasi dari berbagai model yang dikemukkan di atas, setpdaknya harus memperhatikan minimal lima aspek dari pembelajaran yang secara konsisten didukung riset, baik dalam penelitian-penelitian langsung maupun hasil-hasil penelitian yang direviu, sebagai indikator pembelajaran yang efektif. Kelima aspek tersebut adalah kejelasan, variasi, orientasi tugas, keterlibatan siswa dalam belajar, dan pencapaian kesuksesan yang tinggi. Penjelasan singkat akan disajikan pada tiap indikator pembelajaran efektivitas untuk membantu guru/tenaga kependidikan mengetahui bagaimana melaksanakannya ke dalam pembelajaran di kelas.</p>
<p>1. Kejelasan (Clarity).</p>
<p>Seorang guru yang ingin menyajikan informasinya secara jelas berarti dia harus menyajikan informasi tersebut dengan cara-cara yang dapat membuat siswa mudah memahaminya. Dalam literatur riset ada dua pendekatan berbeda yang dapat digunakan untuk mengkaji kejelasan guru. Pendekatan yang pertama menguraikan kejelasan dalam kaitan dengan penyajian informasi oleh guru bahwa apa yang dilakukan guru dapat mempermudah pemahaman siswa. Pendekatan ini sering mengacu pada kejelasan kognitif, dan agar jelas secara kognitif, anda harus:<br />
• menjelaskan kepada siswa apa yang mereka mau pelajari atau lakukan<br />
• menyajikan isi pelajaran dalam suatu urutan logis<br />
• menyajikan isi pelajaran ke suatu langkah yang pantas<br />
• memberi penjelasan yang dapat dipahami siswa<br />
• menggunakan contoh yang sesuai ketika menjelaskan<br />
• menekankan poin-poin penting<br />
• menjelaskan kembali berbagai hal jika para siswa masih mengalami ke-bingungan<br />
• menjelaskan makna dari kata-kata baru<br />
• memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan informasi baru<br />
• menjawab pertanyaan siswa dengan memuaskan<br />
• bertanya ke siswa untuk memeriksa pemahamannya<br />
• memberi ringkasan yang cukup dari poin-poin utama isi pelajaran itu.</p>
<p>Pendekatan kedua menguraikan kejelasan dalam kaitan dengan berbagai hal yang dikatakan guru kepada siswanya. Umumnya riset memusatkan pada berbagai hal di mana pesan yang disampaikan guru belum jelas (seperti penggunaan ungkapan samar-samar seperti &#8220;banyak&#8221;, atau menggunakan kalimat tidak sempurna). Tidaklah mengejutkan, aspek kejelasan ini sering dipacu sebagai kejelasan verbal atau samar-samar. </p>
<p>Walaupun Land, 1987 (dalam Killen, 1998) mempertimbangkan kedua-duanya: ketidakjelasan dan kejelasan: menjadi aspek variabel umum yang sama. Cruickshank dan Kennedy, 1986 (dalam Killen, 1998) menyatakan bahwa kedua hal itu adalah gejala yang sungguh beda. Mungkin ada baiknya kalau pembicaraan yang jelas dan samar-samar menjadi bagian penting dari perilaku guru, diacu sebagai kejelasan kognitif. Ini bisa dipertimbangkan bahwa jika anda memberi siswa penjelasan yang jelas mengenai sesuatu, anda perlu menggunakan pola bahasa dan ungkapan yang tidak membingungkan mereka. Ada sejumlah usul dalam literatur riset bahwa hubungan antara kejelasan kognitif dan prestasi siswa adalah lebih kuat ketimbang hubungan antara kejelasan verbal dengan prestasi siswa (Hines, 1981; dalam Killen, 1998). Bagaimanapun, sumber pustaka riset belum menyediakan, dan kejelasan kognitif, meskipun ada riset terbaru di area inii sebenarnya telah cukup memberikan cukup bukti.</p>
<p>Kejelasan presentasi telah ditunjukkan untuk secara positif mempengaruhi prestasi siswa (Land, 1981; Hines, Cruickshank&amp; Kennedy, 1985; dalam Killen, 1998) dan kepuasan siswa atas pembelajaran mereka. Kejelasan presentasi itu merupakan suatu aspek dari pembelajaran yang dapat diperbaiki dengan cara yang relatif mudah dan merupakan salah satu cara di mana umpan balik dari para siswa dapat diperoleh dengan mudah; teknik untuk melakukan ini diuraikan Killen ( 1998).</p>
<p>2. Variasi (Variety).</p>
<p>Variasi guru, atau variabilitas, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan perubahan–perubahan yang sengaja dibuat guru saat menyajikan materi pelajaran. Variasi guru meliputi hal-hal seperti:<br />
• Merencanakan berbagai variasi metode mengajar<br />
• Menggunakan berbagai strategi bertanya<br />
• Memberikan reinforcement dengan berbagai cara<br />
• Membawa aktivitas belajar siswa<br />
• Menggunakan berbagai tipe media pembelajaran.</p>
<p>3. Orientasi Tugas (Task Orientation).</p>
<p>Karakteristik utama dari pembelajaran langsung adalah pengorganisasian dan penstrukturan lingkungan belajar secara baik di dalam aktivitas guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, di mana guru dan siswa bekerja dalam bingkai yang sistematik. Orientasi tugas yang dilakukan guru terkait dengan:<br />
• Membantu siswa untuk mencapai hasil belajar yang spesifik.<br />
• Memungkinkan siswa untuk belajar mengenal informasi yang relevan<br />
• Mengajukan pertanyaan untuk membuka pemikiran siswa<br />
• mendorong siswa untuk berpikir dengan bebas, dan<br />
• keberhasilan tujuan kognitif siswa.</p>
<p>Dalam keadaan ini, interaksi kelas cenderung berfokus pada isi yang bersifat intelektual dan tujuan yang sudah dikenalkan – merupakan faktor yang Rosenshine, 1983, dan Spady, 1994 (dalam Killen, 1998) sebut pemberian peluang kepada siswa untuk berhasil.</p>
<p>Orientasi keberhasilan tugas pada dasarnya persoalan manajemen kelas. Orientasi keberhasilan tugas ini menghendaki guru memonitor aktivitas para siswa secara terus menerus, dan mendorong siswa untuk terlibat secara konstruktif dalam perumusan tujuan pembelajaran. Orintasi tugas dapat dipandang sebagai gambaran kunci dari pembelajaran langsung (Powell, 1978, dalam Killen, 1998) karena orientasi tugas menekanan pada penentuan sasaran belajar yang jelas, pem-belajaran aktif, menutup monitoring kemajuan siswa, dan tanggung jawab guru terhadap belajar siswa.</p>
<p>Walaupun orientasi tugas di mana guru memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar, tidak menjamin bahwa siswa akan benar-benar disibukkan dengan pelajaran selama pelajaran berlangsung. Baik Berliner, 1979 dan Fisheret al.., 1980 (dalam Killen, 1998) melaporkan bahwa ketiadaan keterlibatan siswa dengan pelajaran (atau pelepasan dari ikatan pelajaran selama pelajaran berlangsung) dapat menjadi hasil yang emosional atau gangguan mental dari suatu pelajaran, dan mungkin atau tidak mungkin menjadi jelas bagi guru.</p>
<p>4. Keterlibatan siswa dalam Pembelajaran (Engagement in learning).</p>
<p>Pentingnya keterlibatan siswa dalam belajar diilustrasikan secara baik dalam reviu yang dilakukan Brophy dan Good (1986, dalam Killen, 1998). Mereka mengusulkan untuk menolak semua temuan-temuan dalam reviu riset mereka mengenai perilaku guru dan prestasi siswa yang ada di mana keberhasilan belajar dipengaruhi oleh sejumlah waktu yang dihabiskan siswa untuk mengerjakan tugas akademik yang sesuai. Kesimpulan ini mendukung temuan Stallings dan Mohlman 1981 (dalam Killen, 1998) di mana guru yang efektif menggunakan waktu mereka dengan cara yang berbeda dari guru yang tidak efektip. Dalam studi itu, guru efektif menghabiskan kurang dari 15% lebih waktu di dalam interaksi pembelajaran dan 35% lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk memonitoring kegiatan-kegiatan siswa dibanding guru yang tidak efektip. Salah satu dari kesimpulan yang dapat ditarik melalui Stallings dan Mohlman adalah bahwa penggunaan waktu yang sesuai oleh guru dapat memaksimalkan waktu siswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan, oleh karena itu, berkontribusi pada keberhasilan siswa.</p>
<p>Sejumlah teknik untuk meminimalkan keterlibatan siswa juga memiliki dukungan riset. Sebagai contoh, Brophy Dan Evertson, 1974 (dalam Killen, 1998) menunjukkan bahwa mengajar merupakan sistem kelas yang aturannya memun-gkinkan para siswa untuk mengindahkan berbagai hal mengenai persoalan pribadi dan prosedural tanpa butuh izin guru, untuk selanjutnya mendorong siswa tetap terlibat semaksimal mungkin dalam menggunakan waktu belajarnya. Senada dengan itu, Soar &amp; Soar, 1973 (dalam Killen, 1998) menyatakan bahwa para guru semestinya menggunakan teknik seperti penulisan rencana kerja sehari-hari pada papan tulis, agar para siswa tahu mengenai apa yang harus diperbuat tanpa arahan lisan secara reguler dari guru. Untuk memelihara keterlibatan, adalah penting bagi guru untuk memonitor tempat duduk siswa agar bekerja dengan bebas, dan untuk mengkomunikasikan kepada siswa akan kemajuan mereka (Mcdonald et al&#8230;, 1975, dalam Killen, 1998). Tentu saja, ada ketentuan dasar sederhana: jika guru mau siswanya memperhatikan dan terlibat dalam pelajaran, guru harus menjelaskan kepada mereka apa yang guru harapkan dari mereka untuk dilakukan dan guru harus membuatnya mudah dan menarik bagi siswanya untuk melakukannya. Jika para siswa tahu apa yang menjadi tujuannya, dan jika mereka tahu bahwa tujuan itu bermanfaat serta dapat dicapai, maka mereka akan terlibat dalam pelajaran. </p>
<p>Jika siswa terlibat dalam tugas-tugas pembelajaran, seperti pemecahan masalah, maka dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Beberapa penelitian (seperti yang dilakukan Fisher, et al&#8230;, 1980, dalam Killen, 1998) menunjukkan bahwa teknik pembelajaran yang memungkinkan siswa mengalami aktivitas kelas yang tinggi menghasilkan keberhasilan kategori sedang dan tinggi (seperti pemecahan masalah) dalam test berikutnya dibanding dengan pembelajaran dengan aktivitas yang rendah.</p>
<p>5. Pencapaian Kesuksesan Siswa yang Tinggi (Student Success Rates).</p>
<p>Pembelajaran yang sukses menghasilkan prestasi siswa, adalah hal yang penting karena bisa menjadi kekuatan pendorong (Ausubel, 1968) dan dapat mendorong kearah kekaguman diri yang tinggi dan sikap pada sekolah yang positif (Bennett, Desforges, Cockbum&amp; Wilkinson, 1981; Wyne&amp; Stuck, 1982, dalam Killen, 1998). Seperti halnya penguasaan isi pelajaran, laju pencapaian hasil belajar darii yang sedang ke tinggi berdasarkan tugas-tugas belajar memungkinkan para siswa menerapkan pengetahuan yang dipelajarinya dalam aktivitas kelas, seperti menjawab pertanyaan dan memecahkan permasalahan. Dalam hal ini, kesuksesan mendorong keterlibatan lebih lanjut dalam belajar.</p>
<p>Mutu pembelajaran sering tertuju pada mutu lulusan, tetapi merupakan kemustahilan sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu, kalau tidak melalui proses pembelajaran yang bermutu pula. Lebih lanjut juga merupakan kemus-tahilan, terjadi proses pembelajaran yang bermutu kalau tidak didukung oleh personalia (pimpinan/manajer, adminitrastor, dan guru) yang bermutu (profesional), sarana-prasarana pendidikan, fasilitas, media, dan sumber belajar yang memadai (baik kualitan maupun kuantitasnya), biaya yang mencukupi, manejemen yang tepat serta lingkungan yang mendukung</p>
<p>D. Penutup</p>
<p>Kemampuan memilih model pembelajaran yang tepat bagi siswanya merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab guru profesional. Guru profesional akan selalu tanggap terhadap tuntutan dan kebutuhan belajar siswanya. Tuntutan dan kebutuhan belajar siswa dewasa ini, minimal dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual.</p>
<p>Belajar yang memperkenalkan tiga keterampilan dasar, yakni keterampilan akademis, keterampilan fisik, dan keterampilan hidup. Hasilnya menurut beberapa penelitian demikian impresif. Siswa setelah mengikuti kegiatan model-model pembelajaran tersebut, menunjukkan motivasi belajarnya meningkat, dan keterampilan belajar pun berkembang. Memilih model yang tepat merupakan persyaratan untuk membantu siswa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Para guru dan tenaga pengajar lain perlu menguasai macam-macam model perbelajaran, baik teoritik maupun praktek, yang meliputi aspek-aspek, konsep, prinsip, dan teknik.</p>
<p>Model pembelajaran berpengaruh secara langsung terhadap keberhasilan belajar siswa. Jika tenaga pengajar menggunakan model pembelajaran sebagai suatu strategi mengajar dalam pembelajaran, hendaknya memperhatikan lima aspek kunci dari pembelajaran yang efektif, yaitu: (1) kejelasan, (2) variasi, (3) orientasi tugas, (4) keterlibatan siswa dalam belajar, dan (5) pencapaian kesuksesan yang tinggi. </p>
<p>Demikian sekedar bahan untuk didiskusi tentang beberapa model pembelajaran yang dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada Pendidikan Islam yang dapat mengembangkan kecerdesan peserta belajar. Dengan catatan tidak ada model pembelajaran yang terbaik untuk dilaksanakan, namun yang ada adalah pilihlah model pembelajaran yang paling tepat dengan tujuan dan karakteristik materi yang akan disampaikan serta karakteristik tuntutan peserta belajar yang menjadi subjek pembelajaran.</p>
<p>DAFTAR RUJUKAN<br />
Beane, A. J. (1995). Integrated Curriculum in the Middle School. ERIC Digest. [Oline]. Tersedia: http://www.ericfacility.net/ericdigests/ed351095.html. 30 juni 2003<br />
Borg, WR &amp; Gall, MD. (1979) Educational Research An Introduction. New York: Longman Inc.<br />
Briggs, Lesslie. (1978). Instructional Design. New Jersey: Ed. Techn. Publ.<br />
Collin, G. dan Dixon, H (1991) Integrated Learning. Australia: Bookshelf Publishing.<br />
Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.<br />
De Potter, B. (1998). Quantum Learning. Boston: Allyn &amp; Baccon<br />
De Potter, B, Mark R &amp; Sarah S. N. (1990). Quantum Teaching: Orchestrating Student Success. Boston: Allyn &amp; Baccon.<br />
Departemen Agama RI, (1995), Pola Pembinaan Agama Islam Terpadu, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Agama Islam<br />
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1996/1997). Tim Pengembang PGSD Pembelajaran Terpadu D.II PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar. Jakarta: Dikti.<br />
Fogarty, F. (1991) How to Integrate the Curricula. Skyligh Publisisng Inc. Polatine Illions<br />
Gabel, D.L.(editor). (1999). Handbook of Research on Science Teaching and Learning. A Project of the National Science Teachers Association. Macmillan Publishing Company: New York.<br />
Gage, N.L. (1964), Handbook of Research on Teaching. Chicago: Rand McNally<br />
Gange, R.M., (1992) Principles of Instructinal Design. (2nd ed.) New York: Holt, Illions.<br />
Hadi, T. &amp; Herawati, I., S. (1990) Modul Pembelajaran Terpadu, Jakarta: Universitas Terbuka<br />
Jarolimek, J. (1986) Social Studies ini Elementry Education, Sevan Edotion, New York: Macmillan Publishing Company<br />
Joni, R. (1996) Pembelajaran Terpadu Naskah: Untuk Pelatihan Guru Pamong, Dirjen Dikti 2-13 Maret 1996<br />
Johnson, David. W. and Frank. P Johnson, (1992) Joining Together Group Theory and Group Skills. 4 th. Ed. Englewood Clft., Ny: Prentice Hall.<br />
Joyce, B., Weill, M. (2000) Models of Teaching. Boston: Allyn and Bacon<br />
Kohelberg, L., (1976), The Cognitive Developmental Approach to Moral Education. Berkly: Cutchan Publ. Co.<br />
Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (2002), Pengembangan Kompetensi Lintas Kurikulum. [Online] Tersedia: http://www.puskur.or.id/kurikulum.shtml<br />
Moedjiono. (1991/1992). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.<br />
Rahmat, J. (1991) Islam Aktual, Bandung: Mizan.<br />
Salamah. (2004) Pengembangan Model Pembelajaran Terpadu Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Akhlak Siswa pada SMU di Banjarmasin (Tesis: Pasca Sarjana UPI Bandung: Tidak Diterbitkan)<br />
Yager, R.E., (1992) The Constructivist Learning Model: A must for STS Classroom the Sattus of Science Technology Socity. Reform efforts around the world. IOWA University.</p>
<p>OLEH: HJ. SALAMAH (Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, Alumnus mahasiswa Program Pascasarjana UPI Bandung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1040/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1040&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/18/pengembangan-model-model-pembelajaran-alternatif-bagi-pendidikan-islam-suatu-alternatif-solusi-permasalahan-pembelajaran-agama-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/07/modelpembelajaran.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/07/salamah1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/07/salamah2.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>INSTRUMEN KINERJA SEKOLAH STANDAR NASIONAL</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/16/instrumen-kinerja-sekolah-standar-nasional/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/16/instrumen-kinerja-sekolah-standar-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 07:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Mengenai Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Instrumen standar nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[Download &#8212;&#62; Panduan Instrumen Supervisi Instrumen Dokumen Pembobotan Dokumen Pembobotan Kinerja 1. Instrumen Standar Isi 2. Instrumen Standar Proses 3. Instrumen Standar Kompetensi Lulusan 4. Instrumen Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5. Instrumen Standar Sarana Prasarana 6. Instrumen Standar Pengelolaan 7. Instrumen Standar Pembiayaan 8. Instrumen Standar Penilaian<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1036&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://disdikdki.net/images/berita/normal/858719-11093407052010@logo3.jpg" class="alignnone" width="190" height="305" /><br />
Download &#8212;&gt;<br />
Panduan<br />
Instrumen Supervisi<br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">Instrumen Dokumen</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">Pembobotan Dokumen</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">Pembobotan Kinerja</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">1. Instrumen Standar Isi</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">2. Instrumen Standar Proses</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">3. Instrumen Standar Kompetensi Lulusan</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">4. Instrumen Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">5. Instrumen Standar Sarana Prasarana</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">6. Instrumen Standar Pengelolaan</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">7. Instrumen Standar Pembiayaan</a><br />
<a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">8. Instrumen Standar Penilaian</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1036/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1036&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/07/16/instrumen-kinerja-sekolah-standar-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://disdikdki.net/images/berita/normal/858719-11093407052010@logo3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Template Desain Piagam Sertifikat versi MSWord</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/1021/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/1021/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 04:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Tutorial Ebook]]></category>
		<category><![CDATA[Template Desain Piagam Sertifikat versi MSWord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1021</guid>
		<description><![CDATA[Template Desain Piagam Sertifikat versi MSWord Membuat piagam memang agak susah juga ya… terutama bagi yang terbiasa menggunakan aplikasi MsWord, masalahnya di MsOffice contoh templatenya hanya itu-itu saja, belum lagi dari segi tata letak dan print outnya yang nggak sama. Nah.. daripada susah bikin border dan pusing nyari ide desain piagam.. saya coba berbaik hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1021&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Template Desain Piagam Sertifikat versi MSWord</p>
<p>Membuat piagam memang agak susah juga ya… terutama bagi yang terbiasa menggunakan aplikasi MsWord, masalahnya di MsOffice contoh templatenya hanya itu-itu saja, belum lagi dari segi tata letak dan print outnya yang nggak sama.</p>
<p>Nah.. daripada susah bikin border dan pusing nyari ide desain piagam.. saya coba berbaik hati kasih template versi msoffice. Ya .. kamu tinggal ngisi data dan isi kalimat piagamnya saja dan lagi frame2 template piagam dibawah ini sudah menyesuaikan dengan segala macam bentuk instansi, sekolah, kegiatan, lomba-lomba dan ijazah kalau perlu…iya.. dah… kasih daah…. selamat pilih-pilih frame border yang cocok yaa….<br />
<span id="more-1021"></span><br />
 <a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=Z6yZl5iraqyamZzzaKqZnJGlbaeZmJusaw%3D%3D6">Download Piagam Orange</a> image size 286 KB file msword<br />
<img alt="" src="http://lh5.ggpht.com/adiguna2/SG5FpE0Ki8I/AAAAAAAAAEw/rdTMuYrvlx8/image%5B60%5D.png?imgmax=800" class="alignnone" width="334" height="223" /><br />
  <a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=ZrCdlJqoarOblZmnsqyZlJyiZLGWlJir4">Download Piagam Cyan</a> image size 180 KB file msword<br />
<img alt="" src="http://lh5.ggpht.com/adiguna2/SG5FrdlJdHI/AAAAAAAAAE8/gSC8RRrKuQw/image%5B62%5D.png?imgmax=800" class="alignnone" width="338" height="225" /><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=bLCglZyubq6clpentqyZlJyiaLGWlJir8">Download Piagam Viola</a> imagesize 264 kb file msword<br />
<img alt="" src="http://lh4.ggpht.com/adiguna2/SG5Fsv7nEyI/AAAAAAAAAFA/XkImD8Ul_fc/image%5B63%5D.png?imgmax=800" class="alignnone" width="339" height="226" /><br />
<a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=aKqimZmsZq2dluKnYqqhkZSsX6qdl52s2">Download Piagam Green</a> image size 312 KB file msword<br />
<img alt="" src="http://lh6.ggpht.com/adiguna2/SG5Ft3uca5I/AAAAAAAAAFE/RjE3hekUZzk/image%5B64%5D.png?imgmax=800" class="alignnone" width="339" height="226" /><br />
masih banyak lagi pilihan bentuk template yang akan saya kasih gratis dan gratis….. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1021/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1021/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1021&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/1021/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh5.ggpht.com/adiguna2/SG5FpE0Ki8I/AAAAAAAAAEw/rdTMuYrvlx8/image%5B60%5D.png?imgmax=800" medium="image" />

		<media:content url="http://lh5.ggpht.com/adiguna2/SG5FrdlJdHI/AAAAAAAAAE8/gSC8RRrKuQw/image%5B62%5D.png?imgmax=800" medium="image" />

		<media:content url="http://lh4.ggpht.com/adiguna2/SG5Fsv7nEyI/AAAAAAAAAFA/XkImD8Ul_fc/image%5B63%5D.png?imgmax=800" medium="image" />

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/adiguna2/SG5Ft3uca5I/AAAAAAAAAFE/RjE3hekUZzk/image%5B64%5D.png?imgmax=800" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Sertifikat Guru</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/contoh-sertifikat-guru/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/contoh-sertifikat-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 04:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Tutorial Ebook]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Sertifikat Guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[Pada acara tertentu di sebuah instansi pemerintahan maupun swasta kebutuhan Sertifikat tentu menjadi kebutuhan penting yang tidak bisa ditinggalkan dan hal tersebut terkadang membuat mereka mencari cara mudah dan cepat untuk mencari desain sertifikat atau contoh sertifikat yang akan dibuat untuk kepentingan mereka … dalam hal ini saya akan membuat kesekian kalinya desain template sertifikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1017&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada acara tertentu di sebuah instansi pemerintahan maupun swasta kebutuhan Sertifikat tentu menjadi kebutuhan penting yang tidak bisa ditinggalkan dan hal tersebut terkadang membuat mereka mencari cara mudah dan cepat untuk mencari desain sertifikat atau contoh sertifikat yang akan dibuat untuk kepentingan mereka …<br />
<span id="more-1017"></span><img alt="" src="http://www.adiguna.com/wp-content/uploads/2010/05/contoh-sertifikat-300x202.jpg" class="alignnone" width="300" height="202" /><br />
dalam hal ini saya akan membuat kesekian kalinya desain template sertifikat asli karya desain adiguna, contoh dan template sertifikat ini sengaja saya buat dalam versi MS WORD agar lebih memudahkan mereka dalam mengedit teks dan merubah hal apapun dalam isi sertifikat untuk menyesuaikan kebutuhan acara masing-masing.</p>
<p>Sertifikat ini sangat cocok untuk semua kategori acara seperti seminar pendidikan, sertifikat guru, training, event event besar dan kecil, perlombaan, sertifikat penghargaan, sertifikat PKL, piagam sekolah dan sebagainya.</p>
<p>dalam hal desain sertifikat kali ini saya menggunakan aplikasi corel draw yang kemudian saya format untuk dipindahkan ke aplikasi msword  agar memudahkan anda untuk menggunakannya secara bebas menurut selera anda, font-font, logo dan tanda tangan atau cap stempel bisa anda tambahkan sendiri.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/9717560/sertfkt-adiguna.com.dot.html">———- DOWNLOAD SERTIFIKAT GURU ———-</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1017/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1017&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/contoh-sertifikat-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.adiguna.com/wp-content/uploads/2010/05/contoh-sertifikat-300x202.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Desain Logo Untuk Pemula</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/tips-desain-logo-untuk-pemula/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/tips-desain-logo-untuk-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 04:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Tutorial Ebook]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Desain Logo Untuk Pemula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa kriteria membuat sebuah logo untuk desainer logo pemula maupun sekedar menambah wawasan untuk desainer logo yang berpengalaman. Pada kenyataannya pembuat logo terlalu antusias jika ada klien yang ingin membuatkan logo, pada akhirnya mencari inspirasi logo adalah hal yang sangat mutlak untuk melihat di galeri situs logo terkenal. Dibawah ini adalah tahapan membuat logo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1015&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa kriteria membuat sebuah logo untuk desainer logo pemula maupun sekedar menambah wawasan untuk desainer logo yang berpengalaman. Pada kenyataannya pembuat logo terlalu antusias jika ada klien yang ingin membuatkan logo, pada akhirnya mencari inspirasi logo adalah hal yang sangat mutlak untuk melihat di galeri situs logo terkenal.</p>
<p>Dibawah ini adalah tahapan membuat logo yang bagus menurut pandangan saya, artikel ini saya sharing kembali dan saya ambil dari media situs di  http://imjustcreative.com/<br />
<span id="more-1015"></span><br />
   1. Sebuah logo harus fleksibel dan cukup banyak digunakan pada media apapun. Ini idealnya harus bekerja sama dengan baik pada sebuah benda kecil seperti bola golf karena akan melakukan jauh lebih besar, dari atas poster komersial dicetak. Anda tidak dapat selalu memantau bagaimana atau di mana klien pada akhirnya akan berakhir menggunakan logo Anda, jadi pastikan mereka memiliki kesempatan untuk berjuang dengan merancang itu dengan fleksibilitas dalam pikiran.<br />
   2. Font adalah bagian kehidupan dan jiwa logo. Mereka adalah struktur, kerangka. Waktu yang dihabiskan mencari alternatif font tidak dapat diremehkan. Luangkan waktu Anda untuk memastikan Anda memiliki font yang berbicara pesan yang tepat. Font yang salah bisa menjadi bencana bagi logo, font yang tepat akan mengadakan logo tegas dalam sorotan.<br />
   3. Gradien terlihat rapi dan dapat bekerja jika Anda benar-benar tahu apa yang Anda lakukan dan sadar akan komplikasi dan keterbatasan percetakan komersial. Jika Anda tidak begitu berpengalaman maka yang benar-benar terbaik untuk menghindari menggunakan gradien apapun. Klien mungkin ingin melihat pola cantik seperti itu, tetapi ketika direduksi menjadi proporsi kecil, mereka hanya berantakan.<br />
   4. Ketika merancang ide logo dasar Anda, mulai saja. Buat dalam warna hitam pekat. Kemudian ketika Anda memiliki struktur dasar dan merasakannya, Anda kemudian dapat pindah menambahkan ide lain seperti warna dll. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk hadir untuk klien Anda sejumlah versi logo mulai dari warna penuh, warna tunggal, hitam putih dan monokrom pada sebaliknya. Contohnya bisa dilihat di web jasa pembuatan logo.<br />
   5. Clip Art dapat menghemat banyak waktu tetapi itu biasanya dalam kategori anggaran biaya rendah. Hindari menggunakan clip art di mana mutlak diperlukan. Gunakan jika untuk inspirasi pasti, tetapi jika Anda menggunakan beberapa stock art, maka Anda dapat yakin bahwa itu mungkin ada di tempat lain. Dan proyek ini logo Anda tidak begitu unik lagi (bukan logo yang unik).<br />
   6. Desain logo dalam format vektor, kecuali logo hanya untuk web. Menggunakan aplikasi seperti Illustrator atau coreldraw adalah jalan yang tepat. Mengedit logo vektor jauh lebih mudah daripada harus mengedit gambar pixalised. Hal ini memungkinkan Anda untuk membuat skala logo untuk ukuran apapun tanpa kehilangan kualitas, tidak begitu gambar bitmap. Menggunakan vektor juga akan berarti printer tidak akan menyusahkan Anda.<br />
   7. Menahan diri dari mendesain logo di sekitar garis tag atau sebaliknya. garis Tag memiliki kebiasaan berubah sebagai perusahaan berevolusi. Biarkan desain Anda untuk mempertimbangkan ini. Jika klien adalah 100% yakin bahwa tag line mereka tidak akan pernah berubah, kemudian memimpin mereka. Tapi memastikan Anda memperingatkan mereka tentang kemungkinan jebakan.<br />
   8. Hindari menggunakan fotografi sebagai elemen utama dalam logo, atau elemen dalam hal ini. Kecuali jika Anda bekerja untuk pedoman khusus yang ditetapkan oleh klien. Bahkan kemudian, adalah tugas Anda untuk memperingatkan mereka. logo Fotografi berbasis sangat sulit untuk berkembang pada berbagai bentuk media dan negatif akan mempengaruhi fleksibilitas dan adaptasi dari logo.<br />
   9. Membiasakan diri dengan proses pencetakan komersial. Ini adalah factor yang banyak dijumpai desainer logo pemula yang belum punya latar belakang pengalaman cetak formal. Membuat logo untuk web sangat sangat berbeda dengan membuat logo untuk cetak. Jika Anda mengambil pekerjaan yang berarti logo tersebut akan digunakan pada berbagai media, pastikan Anda benar-benar disiapkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1015/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1015/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1015&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/tips-desain-logo-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Install WordPress Menggunakan XAMPP</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/install-wordpress-menggunakan-xampp/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/install-wordpress-menggunakan-xampp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 02:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Tutorial Ebook]]></category>
		<category><![CDATA[Install WordPress Menggunakan XAMPP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1008</guid>
		<description><![CDATA[Install WordPress Menggunakan XAMPP Sebelumnya telah ditulis bagaimana Cara Install XAMPP, sekarang saatnya untuk menginstall WordPress. Ingat, ini adalah install WordPress pada localhost menggunakan XAMPP bukan install pada Web hosting. Langkah pertama, silahkan download terlebih dahulu wordpress terbaru disini. File yang anda download tersebut masih terkompresi, silahkan ekstrak terlebih dahulu. Copy file yang sudah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1008&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Install WordPress Menggunakan XAMPP </p>
<p><img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/WorldPress-1.png" class="alignnone" width="128" height="128" />Sebelumnya telah ditulis bagaimana Cara Install XAMPP, sekarang saatnya untuk menginstall WordPress. Ingat, ini adalah install WordPress pada localhost menggunakan XAMPP bukan install pada Web hosting.</p>
<p>Langkah pertama, silahkan download terlebih dahulu wordpress terbaru disini. File yang anda download tersebut masih terkompresi, silahkan ekstrak terlebih dahulu. Copy file yang sudah di ekstrak ke folder C:\xampp\htdocs ( diasumsikan bahwa xampp di install pada drive C )<br />
<span id="more-1008"></span><img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/htdocs.jpg" class="alignnone" width="325" height="298" /></p>
<p>htdocs<br />
Aktifkan XAMPP</p>
<p>Silahkan aktifkan terlebih dahulu program XAMPP anda. Silahkan klik tombol Start untuk Apache dan MySql. Biasanya akan ada peringatan Windows Firewall yang memblokirnya. Klik pada “unblock” menu tersebut supaya Apache dan MySql bisa jalan.</p>
<p><img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/apache-dan-mysql.jpg" class="alignnone" width="446" height="382" /><br />
apache dan mysql<br />
Buat Database Baru</p>
<p>Setelah Apache serta MySql aktif, silahkan klik tombol “admin” untuk MySql, atau langsung menuliskan http://localhost/phpmyadmin/ pada browser internet anda.</p>
<p>Buatlah database baru, pada form Create new database isi dengan wordpress, kemudian klik tombol Create<br />
<img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/create-database.jpg" class="alignnone" width="500" height="239" /><br />
create database<br />
Install WordPress</p>
<p>Pastikan bahwa Apache dan MySql telah aktif, dan database sudah dibuat, sekarang saatnya untuk install wordpress. Tuliskan http://localhost/wordpress/ pada browser internet anda, berikut urutannya.</p>
<p>    * Klik tombol Create a Configuration File.<br />
      create configuration file<br />
<img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/create-configuration-file.jpg" class="alignnone" width="450" height="108" /><br />
    * Klik tombol Let’s Go<br />
    * Pada form isian, ubah Password dengan root, untuk password di kosongkan saja. Kemudian klik tombol Submit<br />
<img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/submit.jpg" class="alignnone" width="450" height="309" /><br />
      submit<br />
    * Klik tombol Run the Install<br />
<img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/run-the-install.jpg" class="alignnone" width="450" height="133" /><br />
      run the install<br />
    * Isi form dengan yang anda inginkan. Akhiri dengan klik tombol Install WordPress.<br />
          o Site Title : isi dengan Judul yang diinginkan, contoh : Testing WordPress<br />
          o Username : isi dengan username yang di inginkan, contoh : admin<br />
          o Password, twice ; isi dengan password yang diinginkan, contoh : 123456 ( isikan dua-duanya / harus sama).<br />
          o Your E-mail : isi dengan email anda : misal qurinktea24@gmail.com<br />
<img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/install-wordpress.jpg" class="alignnone" width="450" height="489" /><br />
      install wordpress<br />
    * Jika tidak ada yang salah akan muncul tulisan Success!, dan kini anda sudah bisa mencoba login ke wordpress anda.<br />
<img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/success.jpg" class="alignnone" width="450" height="227" /><br />
      success install wordpress<br />
    * Selesai.</p>
<p>Berikut adalah contoh tampilan wordpress yang barusan anda buat :</p>
<p><img alt="" src="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/wordpress-ku.jpg" class="alignnone" width="500" height="379" /><br />
wordpress ku<br />
Tambahan</p>
<p>Kini anda sudah memiliki blog wordpress lokal sebagai bahan untuk memudahkan belajar anda, untuk mengakses blog wordpress lokal ini anda tidak memerlukan koneksi internet, yang diperlukan adalah mengaktifkan XAMPP terlebih dahulu.</p>
<p>Blog wordpress lokal anda sama persis fungsinya seperti blog wordpress yang di install melalui Hosting. Anda dapat mengubah Theme, install plugin dan lain-lain, ini tentu berguna sebagai testing sebelum anda nantinya benar-benar menerapkannya pada blog sebenarnya.</p>
<p>Untuk mengakses blog wordpress lokal ini, anda perlu mengaktifkan XAMPP dan menjalankan Apache dan MySql seperti yang telah di terangkan diatas, alamat untuk mengaksesnya adalah http://localhost/wordpress/ . Untuk login adalah http://localhost/wordpress/wp-login.php</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1008/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1008&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/21/install-wordpress-menggunakan-xampp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/WorldPress-1.png" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/htdocs.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/apache-dan-mysql.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/create-database.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/create-configuration-file.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/submit.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/run-the-install.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/install-wordpress.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/success.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://idtutorial.com/wp-content/uploads/2011/01/wordpress-ku.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Microsoft Student with Encarta Premium 2009</title>
		<link>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/19/microsoft-student-with-encarta-premium-2009/</link>
		<comments>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/19/microsoft-student-with-encarta-premium-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 03:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>timunijo</dc:creator>
				<category><![CDATA[<<< Software]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft Student with Encarta Premium 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timunijo.wordpress.com/?p=1002</guid>
		<description><![CDATA[Microsoft Student with Encarta Premium 2009 Product Microsoft Student with Encarta Premium 2009 - version of the popular set of tools aimed at schoolchildren and students and includes everything needed for self-examination of complex topics and the preparation of homework. The composition of the package consisted of the following products: * The latest version of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1002&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/04/26b648ccef89.png?w=500&#038;h=500" class="aligncenter" width="500" height="500" /><br />
Microsoft Student with Encarta Premium 2009</p>
<p>Product Microsoft Student with Encarta Premium 2009 -<br />
version of the popular set of tools aimed at schoolchildren and<br />
students and includes everything needed for self-examination of<br />
complex topics and the preparation of homework.<br />
The composition of the package consisted of the following products:<br />
<span id="more-1002"></span><br />
* The latest version of the popular encyclopedia Encarta Premium 2009<br />
contains even more relevant and accurate background information and<br />
multimedia materials that could be useful to students in their studies.<br />
* Package Microsoft Math &#8211; an extensive set of tools, guidelines and<br />
manuals designed to address various mathematical, algebraic and<br />
trigonometric tasks.<br />
* The universal means of mathematical data visualization Graphing<br />
Calculator offers all you need to build a two-and three-dimensional<br />
graphs.</p>
<p>Encarta Premium 2009 &#8211; version of popular encyclopedias, contains even<br />
more relevant and accurate background information and multimedia materials<br />
that could be useful to students in their studies.<br />
Encarta Premium contains a wealth of information available for the whole family: thousands of informational articles and photographic images, hundreds of videos and animated films and other multimedia material needed to gain knowledge. This is a great starting point when searching. Suitable for home users, research projects. To this encyclopedia, you will receive great pleasure of learning. Built on the basis of the popular Microsoft Encarta Encyclopedia Standard, Encyclopedia includes information that you will not find on the Internet.</p>
<p>Install notes:<br />
1. Unrar.<br />
2. Burn or mount with DAEMON Tools Pro.<br />
<strong><br />
Mediafire Download Links-</strong></p>
<p><!--more--><a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/">Download Now</a><br />
Size 2.8 gb<br />
Password-<br />
kurdsportal.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/timunijo.wordpress.com/1002/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/timunijo.wordpress.com/1002/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=timunijo.wordpress.com&amp;blog=8563695&amp;post=1002&amp;subd=timunijo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://timunijo.wordpress.com/2011/04/19/microsoft-student-with-encarta-premium-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b50693c4091d15cbedd91c6720910754?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">timunijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://timunijo.files.wordpress.com/2011/04/26b648ccef89.png?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
